3 Cara Melaksanakan Kewajiban untuk Menyisihkan Harta Bagi Umat Muslim

No Comments

Menyisihkan sebagian harta yang diperoleh adalah sesuatu hal yang wajib dilakukan bagi umat muslim. Pasalnya, dengan menyisihkan sebagian harta tersebut kita dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu.

Ada beberapa cara untuk kita sebagai umat islam menyalurkan sebagian harta tersebut antara lain melalui zakat, infak dan bersedekah. Ketiga amalan ini nantinya dapat menjadi amalan yang mulia yang dapat membantu kita di dunia akhirat. Namun, gak terkadang kita masih merasa bingung untuk membedakan ketiganya. Untuk itu, berikut adalah penjelasan dari zakat, infak dan sedekah yang bisa kamu ketahui.

1. Zakat

Zakat merupakan harta wajib yang harus dikeluarkan umat muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat islam. Sebagai umat muslim, membayar zakat adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan rukun keempat dari rukun Islam 

Zakat sendiri terdiri atas dua jenis yaitu, Zakat Fitrah dan Zakat Mal:

  • Zakat Fitrah
    Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh setiap umat muslim pada saat bulan Ramadhan. Sesuai dengan ketentuan dalam islam, Zakat Fitrah dapat dibayarkan berupa 3.5liter (2.5 kilogram) makanan pokok dari dari daerah tertentu. Misalnya di Indonesia, karena pada umumnya nasi merupakan makanan pokok di Indonesia maka dari itu beras dapat dijadikan sebagai pembayaran untuk Zakat Fitrah.
  • Zakat Mal
    Sedangkan untuk Zakat Mal merupakan zakat yang dikeluarkan atas segala jenis harta yang dimiliki dan harta tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan syariat islam. Seperti, uang, emas, penghasilan dari sebautu profesi dan sebagainya yang dimana masing-masing penghasilan atau harta tersebut nantinya memiliki jumlah perhitungannya sendiri.

Perintah yang mewajibkan untuk membayar zakat dalam Al-Quran sangat banyak, bahkan pembahasannya disebutkan sebanyak 44 kali oleh Allah. Salah satu Quran Surat At-Taubah [9] ayat 103 berbunyi “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

2. Infak

Infak berasal dari kata anfaqa-yunfiqu yang memiliki arti yaitu membelanjakan atau membiayai hal-hal yang memiliki hubungan dengan usaha merealisasikan perintah-perintah yang di berikan Allah. Secara istilah, infak artinya mengeluarkan sebagian harta ataupun penghasilan untuk suatu kepentingan yang telah diperintahkan dalam ajaran islam. 

Berbeda dengan zakat, Infak diberikan bisa kepada siapa saja termasuk keluarga, kerabat, anak yatim dan sebagainya (bukan golongan tertentu). Selain itu, infak juga tidak mengenal nisab (jumlah harta yang ditentukan secara hukum).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Berinfaklah wahai Bilal! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang memiliki Arsy.” (HR. Oleh Imam Al-Baihaqi).

3. Bersedekah

Sedekah atau shadaqah merupakan bagaimana mengamalkan harta ataupun non harta yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah dengan ikhlas tanpa mengharapkan adanya timbal balik dan mengharapkan ridha-Nya untuk menjadikannya bukti atas kebenaran iman seseorang.

Umumnya sedekah memiliki bentuk pengamalan yang lebih luas dibandingkan infak. Sedekah bisa berbentuk harta benda (konteksnya bisa dibilang sama halnya dengan infak) dan non harta. Non harta yang dimaksud kan dalam sedekah adalah memiliki tutur kata yang baik, murah senyum, dan lain halnya yang termasuk perbuatan baik.

Rasulullah juga pernah bersabdah bawah “Orang (yang) memberikan dan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan Sholat, ia akan dipanggil dari pintu Sholat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim No. 1027).

Dengan mengetahui pengertian dari setiap amalan tersebut nantinya kita dapat lebih mudah untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai umat muslim sebagaimana untuk selalu menyisihkan sebagian harta kita dengan tepat dan sesuai dengan syariat islam. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu